Benua Assignment Notebook

Pendahuluan

1.Latar Belakang

Adanya kelas-kelas sosial pada masyarakat yang tampak pada film ini, membuat saya ingin menganalisa dominasi kelas-kelas yang terjadi pada tokoh-tokoh dalam film ini, terlihat saat “Hasan” (orang yang menjual senjata pada “Abdullah”) di interogasi oleh kepolisian maroko dan lagi masyarakat sekitar kota kecil yang miskin di maroko saat Richard merawat Susan dengan rasa panik. karena setiap kehidupan memiliki aturan-aturan baik yang tertulis maupun tidak Amelia dan Santiago adalah orang meksiko yang ternyata illegal identitas nya saat memasuki wilayah USA, ini semakin jelas bahwa perbedaan dan dominasi kelas baik itu dominasi kepemimpinan dan moral tergambar menjadi satu inti cerita yang di sajikan menjadi 4 waktu yang berbeda.
Jauh di perbukitan gurun pasir Maroko, dua bocah, Yossef (Boubker Ait El Caid) dan Ahmed (Said Tarchani), dengan bangga menenteng senjata yang baru dibelikan ayah mereka, Abdullah (Mustapha Rachidi), untuk mengawal kawanan ternak. Sebuah senjata yang tanpa mereka sadari akan melibatkan mereka dalam keruwetan.
Dengan raut polos, Yossef dan Ahmed saling unjuk kebolehan menembak senapan dan mengarahkan ke target yang mereka incar. Sampai suatu saat target tembak Yoseff dan Ahmed bukan lagi batu karang, mereka bertaruh seberapa jauh jarak jangkau peluru senjata mengenai target. Yoseff meminta Ahmed mengarahkan senapan ke sebuah bis yang sedang lewat, dan di luar dugaan mereka, bis berhenti, orang-orang mulai berteriak dan…dimulailah kisah tragis untuk sesuatu yang jauh dari bayangan mereka.
Terpisah jauh dari Yoseff dan Ahmed, di saat yang bersamaan, Amelia pengasuh anak keturunan Meksiko yang mengadu nasib di San Diego, Amerika. Saat menjaga dua bocah yang ditinggal kedua orang tuanya, Richard dan Susan pergi berlibur, Ameli menerima telepon yang memintanya segera pulang ke Meksiko untuk menghadiri pernikahan putranya esok hari. Masalah datang saat Richard mengatakan tak bisa pulang ke Amerika karena sebuah insiden di tempat mereka berlibur. Di tengah kekalutan antara pernikahan anaknya dan tugasnya menjaga anak asuhnya, dan tak kunjung menemukan penggatinya, Amelia akhirnya memutuskan nekat membawa kedua anak tersebut menuju Meksiko dengan menumpang mobil keponakannya, Santiago (Gael Garcial Bernal).
Bermil-mil jauhnya, kepanikan juga menghinggapi Richard dan Susan, yang tengah berlibur ke Moroko untuk mengembalikan hubungan mereka yang tak lagi harmonis setelah kematian anak mereka, Sam. Richard berusaha meyakinkan Susan atas perbuatannya di masa lampau yang sampai saat ini tak kunjung dimaafkan Susan. Dinginnya hubungan mereka diperparah dengan tragedi yang mengancam nyawa Susan saat sebuah peluru yang tak diketahui asalnya menembus bahu Susan.
Sementara di benua timur, Chieko (Rinko Kikuchi), seorang gadis Jepang tengah bertanding volley, dengan tatapan prihatin sang ayah, Yasujhiro (Koji Yakusho), yang hanya bisa mengelus dada dan kecewa dengan kekerasan hati putrinya. Yasujiro sangat berhati-hati menghadapi Chieko yang pemberontak dan sensitif, selain juga harus memahami ketaksempurnaan Cheiko yang bisu tuli sejak kecil dan kematian tragis ibunya. Chieko juga dihadapkan dengan masalah ‘keperawanan’ yang membuatnya moody dan merasa terkucil di antara teman-temannya.
Empat kehidupan di tiga benua, orang-orang asing yang terpisahkan jarak dan waktu, perbedaan budaya, tradisi, kelas sosial, dan pandangan hidup, namun mereka menghadapi satu hal yang membuat mereka sehati. Mereka terisolir karena ketidakmampuan berkomunikasi dengan baik satu sama lain, meski pada akhirnya ada satu titik temu yang saling menyatukan mereka.
Babel adalah 2006 internasional Film drama yang disutradarai oleh Alejandro González Inarritu dan ditulis oleh Guillermo Arriaga. Multi-narasi drama melengkapi Inarritu itu Death Trilogy.
Film ini menggambarkan beberapa cerita yang terjadi di Maroko , Jepang , dan Meksiko / Amerika Serikat Itu adalah co-produksi internasional antara perusahaan yang berbasis di Perancis, Meksiko, dan Amerika Serikat Film ini pertama kali diputar di Cannes Film Festival 2006 , dan kemudian ditampilkan di Toronto International Film Festival dan Festival Film Zagreb . Nama film itu dibuat awalnya dengan kesalahan ejaan Pavneet Dhanoa tentang nama asli Nabeel Khalid. Dibuka di kota-kota yang dipilih di Amerika Serikat pada tanggal 27 Oktober 2006, dan pergi ke dalam rilis lebar pada tanggal 10 November 2006. Pada tanggal 15 Januari 2007, ia memenangkan Golden Globe Award untuk Best Motion Picture – Drama. Itu dinominasikan untuk tujuh Academy Awards , termasuk Best Picture , Best Director , dan dua nominasi untuk Aktris Pendukung Terbaik dan memenangkan untuk Best Original Score .

2.Pokok Masalah


Karakterisasi
1. Yossef dan Ahmed saling unjuk kebolehan menembak senapan dan mengarahkan ke target yang mereka incar. Yoseff meminta Ahmed mengarahkan senapan ke sebuah bis yang sedang lewat, dan di luar dugaan mereka, bis tersebut berhenti, karena Susan istri dari Richard tertebak peluru yg di lepaskan oleh Ahmed.
Cara berkomunikasi
2. Adanya perbedaan bahasa dan kesulitan berkomunikasi, pada inti nya dari 3 setting berbeda ini masalah terbesar ialah tentang cara berkomunikasi, betapa penting SASTRA kehidupan mempengaruhi kehidupan mereka yg bertemu dengan orang-orang yg baru mereka temui.
Setting
3. Terjadinya asal muasal konflik penembakan, konflik politik dan kehidupan keluarga di asia tidak terlepas dari “Setting”

Unsur Intrinsik
– Karakterisasi
Beberapa sumber mengatakan Gill dalam bukunya yang berjudul, “Mastering English Literature”, tentang definisi karakter menurutnya ;
A character is someone in a literary work who has some sort of identify (it needn’t be a strong one), an identity which is made up by appearance, conversation, action, name and (possibly) thoughts going on in the head. (Gill, 1995: 127)

Di dalam sebuah cerita karakter dapat di bedakan menjadi 2 bagian yaitu karakter “Mayor” dan Karakter “Minor”

– Karakter Mayor

Menurut Robert DiYanni dalam bukunya yang berjudul “Fiction An Introduction” menjelaskan bahwa mayor karakter di bagi menjadi 2 karakter utama dan subordinate karakter . Mayor karakter sangat penting karena sebagai central utama dari cerita atau kisah dalam karya sastra tersebut.

main character which is called a protagonist the conflict with the opposite which is called antagonist; two characters always create conflict. It is described in ‘The major character is sometimes called a protagonist whose conflict with an antagonist may spark the story’s conflict”. (Di Yanni, 2000: 35)


– Karakter minor

Minor character is the character whose existence is not significant and central but it is needed to support the major character. DiYanni further says that minor character is available for supporting the major character. The minor characters are static or unchanging; they only remain the same role from the beginning until the end of the story. He says in his book, “Fiction; An Introduction”, “Minor character whose function is partly to illuminate the major characters” (DiYanni 2000: 35).

Dapat disimpulkan bahwa setiap cerita atau karya sastra tidak dapat di bangun tanpa kedua karakterisasi ini.

– Setting
Yang paling banyak di bahas dalam studi sastra adalah latar (setting), lingkungan (environment) dalam film yang saya analisis ini setting nya ada di 3 benua yaitu Amerika,Asia dan Afrika.

Sebagaimana saya mengutip pernyataan dari William Kenney, dalam buku berjudul, “How to Analyze Fiction” yang menjelaskan :

Setting includes geographic location, topography, and scenery. In addition to those, the other factors, ranging from landscape, equipment of a room, historical period, season, intellectual action, and social interaction of life, to emotional feeling the place in which the characters take part in various events, also necessarily count. (Kenney, 1996:40)

Sosial setting sangat mendukung untuk informasi atau kunci jalan nya sebuah cerita yang di bangun setelah di tegaskan oleh fungsi karakter-karakter di dalam nya.

Unsur Ekstrinsik

– Pendekatan Sosiologi

Menurut Renne Wellek dan Warren:
Literature is a social institution, using as its medium language, a social creation. They are conventions and norm which could have arisen only in society. But, furthermore, literature ‘represent’ ’life’; and ‘life’ is, in large measure a society reality, eventhough the natural world and the inner or subjective world of the individual have also been objects of literary ‘imitation’. The poets himself is a member of society, possessed of a specific social status; he receives some degree of social recognition and reward; he addresses an audiences, however hypothetical. (Wellek and Warren 1956:94)

Pendekatan sesungguh nya terpusat pada karya sastra itu sendiri dan masyrakat yang di dalam benak si penulis atau pengarangnya.

– Hegemony
Hegemoni adalah Suatu Kelompok social mendominasi kelompok-kelompok. Antagonist lah yang cenderung ia hancurkan atau bahkan ia taklukan dengan kekuatan pasukan/kelas social yg mendominasi bahkan dengan contohnya : kekuatan tentara.

Pengertian Hegemoni
merupakan gagasan Antonio Gramsci (1891-1937) yang bersumber dari buku Selection from Prison Notebooks. Buku ini adalah catatan Gramsci selama dipenjara antara tahun 1929-1935. Teori hegemoni Antonio Gramsci menganalisa berbagai relasi kekuasaan dan penindasan di masyarakat. Lewat perspektif hegemoni, akan terlihat bahwa penulisan, kajian suatu masyarakat, dan media massa merupakan alat kontrol kesadaran yang dapat digunakan kelompok penguasa.
Hegemoni berasal bahasa Yunani, egemonia yang berarti penguasa atau pemimpin. Secara ringkas, pengertian hegemoni adalah bentuk penguasaan terhadap kelompok tertentu dengan menggunakan kepemimpinan intelektual dan moral secara konsensus. Artinya, kelompok-kelompok yang terhegemoni menyepakati nilai-nilai ideologis penguasa.

Antonio Gramsci membangun suatu teori yang menekankan bagaimana penerimaan kelompok yang didominasi terhadap kehadiran kelompok dominan berlangsung dalam suatu proses yang damai, tanpa tindakan kekerasan. Media dapat menjadi sarana di mana satu kelompok mengukuhkan posisinya dan merendahkan kelompok lain. Proses bagaimana wacana mengenai gambaran masyarakat bawah bisa buruk di media berlangsung dalam suatu proses yang kompleks. Proses marjinalisasi wacana itu berlangsung secara wajar, apa adanya, dan dikhayati bersama. Khalayak tidak merasa dibodohi atau dimanipulasi oleh media. Konsep hegemoni menolong kita menjelaskan bagaimana proses ini berlangsung.
Hegemoni menekankan pada bentuk ekspresi, cara penerapan, mekanisme yang dijalankan untuk mempertahankan dan mengembangkan diri melalui para korbannya, sehingga upaya itu berhasil dan mempengaruhi dan membentuk alam pikiran mereka. Melalui hegemoni, ideology kelompok dominan dapat disebarkan, nilai dan kepercayaan dapat dipertukarkan. Akan tetapi, berbeda dengan manipulasi atau indoktrinasi, hegemoni justru terlihat wajar, orang menerima sebagai kewajaran dan sukarela.
Salah satu kekuatan hegemoni adalah bagaimana ia menciptakan cara berpikir atau wacana tertentu yang dominan, yang dianggap benar, sementara wacana lain dianggap salah. Media di sini dianggap secara tidak sengaja dapat menjadi alat bagaimana nilai-nilai atau wacana yang dipandang dominan itu disebarkan dan meresap dalam benak khalayak sehingga menjadi konsesus bersama. Sementara nilai atau wacana lain dipandang sebagai menyimpang. Misalnya, pemberitaan mengenai demonstrasi buruh, wacana yang dikembangkan seringkali perlunya pihak buruh musyawarah dan kerja sama dengan pihak perusahaan. Dominasi wacana semacam ini menyebabkan kalau buruh melakukan demonstrasi selalu dipandang tidak benar.
Di sini menggambarkan bagaimana proses hegemoni bekerja. Ia berjalan melalui suatu proses atau cara kerja yang tampak wajar. Dalam produksi berita, proses situ terjadi melalui cara yang halus, sehingga apa yang terjadi dan diberitakan oleh media tampak sebagai suatu kebenaran, memang begitulah adanya, logis dan bernalar (common sense) dan semua orang menganggap itu sebagai suatu yang tidak perlu dipertanyakan.
Teori hegemoni Gramsci menekankan bahwa dalam lapangan sosial ada pertarungan untuk memperebutkan penerimaan publik. Karena pengalaman sosial kelompok subordinat (apakah oleh kelas, gender, ras, umur, dan sebagainya) berbeda dengan ideologi kelompok dominan untuk menyebarkan ideologi dan kebenarannya tersebut agar diterima, tanpa perlawanan. Salah satu kunci strategi kunci dalam hegemoni adalah nalar awam.

Kesimpulan

Bahwa melalui pembuktiaan karakterisasi, setting, pendekatan sosiologi yaitu

Hegemoni yang tidak cukup efektif dan tidak berhasil melumpuhkan kepatuhan seluruh masyarakat. Dalam hal ini, masyarakat sebenarnya melihat banyak ketimpangan dan dalam diri mereka terdapat danyak ketidaksetujuan dan ketidaksepakatan namun tidak disertai dengan tindakan atau pemberontakan yang kongkret (passive resistance) atau lebih tepatnya di katakana dengan “Hegemoni Yang Merosot”

by ramadjamal

Jeremy Shu-How Lin[1] (Hanzi tradisional: 林書豪; Hanzi sederhana: 林书豪; pinyin: Lín Shūháo; Pe̍h-ōe-jī: Lîm Su-hô; lahir 23 Agustus1988; umur 29 tahun) adalah pemain bola basket profesional asal Amerika Serikat. Sejak 2011 bermain untuk New York Knicks dalam liga National Basketball Association (NBA). Pada Juli 2012, Lin Pindah ke Houston Rockets. Lin adalah salah satu dari segelintir pemain Amerika berdarah Asia ("Asian American") dalam sejarah NBA dan pemain Amerika pertama berketurunan Cina atau Taiwan.[2]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Lin lahir di Los Angeles, California dan dibesarkan di Palo Alto, California.[3][4][note 1] Orang tuanya, Gie-Ming Lin dan Shirley Wu,[6] beremigrasi dari Taiwan ke Amerika Serikat di pertengahan tahun 1970-an.[7][8] Mereka berdua tingginya 5'6"/5,5 feet (170 cm).[9] Keluarga ayahnya berasal dari Beidou, Changhua di Taiwan (kakek buyutnya berimigrasi ke Taiwan dari Zhangpu County, Fujian di daratan Cina),[10] sedangkan keluarga ibunya berasal dari Pinghu, Zhejiang di daratan Cina.[11] Ia mempunyai seorang abang, Josh, dan adik laki-laki, Joseph.[8] Gie-Ming mengajari putra-putranya bermain bola basket di tempat berolahraga YMCA setempat.[12] Lin tumbuh dalam keluarga Kristen.[13]

Sekolah Menengah Atas[sunting | sunting sumber]

Dalam tahun terakhirnya di Sekolah Menengah Atas Palo Alto High School (2005–2006), Lin menjadi kapten dan memimpin timnya kepada rekor menang-kalah 32–1 serta mengalahkan tim bertaraf nasional dari sekolah Mater Dei, 51–47, untuk merebut juara Divisi II negara bagian California (California Interscholastic Federation/CIF).[14][15] Menurut Dana O'Neil dari ESPN, "Lin adalah pilihan utama untuk pemain terbaik tahun itu ("player of the year") dari hampir semua publikasi di California."[12] Ia diberi penghargaan sebagai pemain first-team All-State dan Northern California Division II Player of the Year, dengan rata-rata untuk tahun terakhirnya 15.1 poin, 7.1 assist, 6.2 rebound dan 5.0 steal.[14]

Sekolah tinggi[sunting | sunting sumber]

Proses Perekrutan ("Recruiting")[sunting | sunting sumber]

Lin mengirim résumé ("daftar riwayat hidup") dan DVD berisi cuplikan permainan bola basketnya ke semua sekolah tinggi Ivy League, tim California Golden Bears (Cal) di Universitas California, Berkeley, dan sekolah idamannya, tim Cardinal di Universitas Stanford serta tim Bruins di UCLA.[7][16][17] Semua sekolah di Pacific-10 Conference (Amerika Serikat wilayah barat) menginginkannya sebagai walk-on. Hanya tim Crimson di Universitas Harvard dan tim Bears di Universitas Brown yang menjamin posisi dalam tim bola basket mereka, namun sekolah-sekolah tinggi "Ivy League" ini tidak menyediakan bea-siswa olahraga ("athletic scholarships").[18]Rex Walters, pelatih tim laki-laki bola basket University of San Francisco dan bekas pemain NBA, mengatakan batasan NCAA terhadap jumlah kunjungan pelatih untuk merekrut pemain berpengaruh pada Lin. "Banyak sekolah tinggi/colleges mulai merekrut seseorang dalam 5 menit pertama mereka melihatnya karena kecepatan lari, ketinggian loncatan, kecepatan gerak, mudah dievaluasi," kata Walters. Lin menambahkan, "Aku pikir bagi seseorang untuk mengerti caraku bermain, harus melihat lebih dari sekali, karena aku tidak biasanya melakukan gerakan yang lebih aneh atau mencengangkan."[19]

Dalam bulan Juli 2005, assistant coach Harvard saat itu, Bill Holden, melihat bahwa Lin, yang tingginya 6,25 feet (1,91 m) cocok dengan atribut fisik yang diinginkannya, dan nilai rata-rata akademik ("grade point average") di sekolah menengah atas 4.2 (dari maksimum 5.0) memenuhi standar akademik Harvard. Namun, Holden mula-mula tidak puas dengan kemampuan Lin di lapangan dan mengatakan kepada pelatih sekolah menengahnya, Peter Diepenbrock, bahwa Lin lebih cocok bermain untuk "Divisi III NCAA". Di akhir minggu pemantauan, Holden melihat Lin bermain dalam pertandingan, dan menggiring bola ke jaring pada setiap kesempatan dengan "naluri seorang pembunuh". Lin menjadi prioritas utama untuk Holden.[20] Para pelatih Harvard kuatir kalau Universitas Stanford yang letaknya hanya berseberangan jalan dengan sekolah menengah atas "Palo Alto High School"[21] akan menawari Lin beasiswa, tetapi ternyata tidak, dan Lin memilih masuk Harvard.[22] "Aku bukannya duduk-duduk mengatakan bahwa semua pelatih Divisi I itu tidak becus," kata Diepenbrock. "Sesungguhnya ada pertanyaan-pertanyaan yang serius tentang Jeremy."[23]Joe Lacob, pemilik tim Warriors dan "booster" untuk Stanford, mengatakan bahwa kegagalan Stanford merekrut Lin "adalah sangat bodoh. Anak ini ada di seberang jalan. Kalau Anda tidak dapat mengenalinya (sebagai pemain berpotensi), Anda punya problem."[24]

Harvard[sunting | sunting sumber]

Dalam tahun kedua-nya ("sophomore season") (2007–08), Lin menghasilkan rata-rata 12.6 point dan diberi perhargaan sebagai pemain "All-Ivy League Second Team".[14] Pada tahun ketiganya ("junior year") (2008-09) dalam Divisi I NCAA, ia satu-satunya pemain yang masuk 10 besar untuk poin skor (17.8), rebound (5.5), assist (4.3), steal (2.4), blok (0.6), rata-rata "field goal" (0.502), rata-rata "free throw" (0.744), dan skor 3 angka "three-point shot" (0.400),[12] serta menjadi pilihan konsensus sebagai pemain "All-Ivy League First Team". Ia menghasilkan 27 poin, 8 assist, dan 6 rebound dalam kemenangan 82–70 atas ranking 17 tim Eagles dari Boston College, 3 hari setelah tim Eagles menyingkirkan tim No. 1 tim Tar Heels dari Universitas North Carolina.[14][25]

Dalam tahun terakhirnya (senior year) (2009–10), Lin menghasilkan rata-rata 16.4 poin, 4.4 rebound, 4.5 assist, 2.4 steal dan 1.1 blok, serta sekali lagi dipilih mutlak menjadi pemain "All-Ivy League First Team". Ia salah satu dari 30 kandidat "midseason" untuk hadiah John R. Wooden Award[26] and one of 11 finalists for the Bob Cousy Award.[27] Ia juga diundang ikut "Portsmouth Invitational Tournament".[28]Fran Fraschilla dari ESPN memilih Lin di antara 12 pemain paling serba bisa di college basketball.[25] Ia menarik perhatian nasional ketika bermain melawan ranking 12 Connecticut Huskies, di mana ia menghasilkan rekor pribadi 30 poin dan merebut 9 rebound dalam pertandingan di luar kampus.[29] Setelah pertandingan, pelatih Connecticut, Jim Calhoun, yang masuk "Hall of Fame", mengatakan tentang Lin: "Aku telah melihat banyak tim bermain di sini, dan ia dapat bermain untuk tim manapun. Ia memiliki ketenangan yang sangat amat besar di lapangan. Ia tahu caranya bermain."[12]

Tahun itu, Harvard memecahkan sejumlah rekor program dengan jumlah tertinggi total kemenangan (21), kemenangan "non-conference" (11), kemenangan di kandang sendiri (11) dan di luar kampus (10).[30] Lin menyelesaikan kariernya di sekolah tinggi sebagai pemain pertama dalam sejarah Ivy League untuk memecahkan rekor dengan paling sedikit 1,450 points (sebenarnya 1,483), 450 rebound (487), 400 assist (406) dan 200 steals (225).[14] Ia lulus dari Harvard pada tahun 2010 dengan gelar di bidang ekonomi dan indeks prestasi 3.1 (maksimum 4.0).[31]

Profesional di NBA[sunting | sunting sumber]

Tidak masuk draft[sunting | sunting sumber]

Sekiranya masuk "draft", Lin akan menjadi pemain Ivy League pertama yang diseleksi ke dalam NBA sejak Jerome Allen dari "Penn" (tim Quakers) dipilih pada ronde ke-2 tahun 1995 ("1995 NBA Draft").[32] Pemain Ivy League terakhir yang bermain di NBA adalah lulusan Yale (tim Bulldogs), Chris Dudley pada tahun 2002, sedangkan pemain Harvard terakhir di NBA adalah Ed Smith, tahun 1953.[7] Namun setelah lulus dari Universitas Harvard, Lin tidak masuk draft untuk "2010 NBA Draft". Delapan tim mengundang Lin mengikuti "predraft workouts". Diepenbrock mengatakan bahwa tryout di NBA tidak bermain lima lawan lima. Lin mengakui bahwa workout itu "satu lawan satu, atau dua lawan dua, atau tiga lawan tiga, dan aku tidak bermain bagus dengan cara demikian. Aku tidak pernah bermain bola basket seperti itu."[19] Kemudian ia mengikuti Dallas Mavericks untuk mini-camp dan "NBA Summer League" di Las Vegas.[33]Donnie Nelson dari Mavericks adalah satu-satunya General Manager yang menawari Lin undangan untuk bermain di Summer League. "Donnie memberi perhatian kepadaku," kata Lin. "Ia mempunyai visi yang berbeda dari kebanyakan orang."[18]

Dalam 5 pertandingan Summer League, bermain sebagai guard dalam dua posisi, Lin menghasilkan rata-rata 9.8 poin, 3.2 rebound, 1.8 assist, dan 1.2 steal dalam 18.6 menit tiap pertandingan and persentase bidikan 54.5% dari lapangan.[34][35] Lin menarik perhatian dalam "matchup" melawan pilihan urutan pertama keseluruhan John Wall ketika Lin menghasilkan 13 poin mengimbangi Wall yang menghasilkan 21, tetapi skor Lin dibuat dengan jumlah tembakan 6-untuk-12 di dalam 28 menit. Wall menghasilkan angka dengan 4-untuk-19 dalam 33 menit.[36] Meskipun Wall menerima sorakan ternyaring waktu diperkenalkan, penonton mengacuhkan Wall dan memberikan sorakan kepada Lin di akhir pertandingan.[37] Lin menerima tawaran dari Mavericks, Los Angeles Lakers, dan satu lagi tim "Eastern Conference (NBA)" yang tidak disebutkan namanya. Di samping tiga tim itu, Golden State Warriors juga menwari kontrak.[38]

Golden State Warriors[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 21 Juli 2010, Lin menandatangani 2-tahun kontrak dengan Warriors, tim favoritnya sewaktu remaja dan yang dekat dengan rumahnya. Kontrak Lin itu dijamin setengah untuk tahun 2010–11, dengan Warriors memegang opsi tim untuk tahun ke-2.[39] Dilaporkan bahwa kontrak itu termasuk gaji tahun pertama hampir $500,000 yang dijamin lebih dari setengahnya.[40] Lacob membuat keputusan untuk merekrut Lin.[24] Lin mengatakan bahwa counteroffers dari tiga tim lain lebih tinggi, tetapi ia ingin pulang rumah dan bermain untuk Warriors.[41] Lin juga menandatangani kontrak jaminan 3 tahun dengan Nike.[42] Baju seragamnya sudah mulai terjual sebelum pertandingan NBA perdananya.[43]

Surat kabar San Jose Mercury News menulis bahwa Lin "memiliki sekelompok pengikut setia" setelah menandatangani kontrak.[44] Daerah San Francisco Bay Area dengan penduduk Amerika berdarah Asia yang besar jumlahnya, menyambut kedatangannya.[2] Ia disebut sebagai pemain Amerika pertama dari keturunan Cina atau Taiwan yang bermain di NBA.[2][45][46] Lin menerima sambutan yang paling nyaring dari penonton berjumlah 10.004 orang pada malam pembukaan pertandingan latihan Warriors di kandangnya, di Oracle Arena, ketika masuk lapangan pada babak ke-4.[47] Penonton sudah mulai menyanyikan namanya di babak ke-3 dan bersorak setiap kali ia menyentuh bola. "Hal itu sangat menyentuh bagiku. Sesuatu yang akan kukenang selamanya," kata Lin. Ia menghasilkan 7 poin, 3 rebound dan 2 assist dalam 11 menit di lapangan.[48] Lin menarik perhatian penonton di luar kandang juga. Scott Howard-Cooper dari NBA.com menyebut perhatian yang diberikan kepada Lin di luar kota sebagai sudut unik "seorang Asian-American yang naik daun dalam olahraga bola basket".[3] Lin menyadari harapan yang dibebankan kepadanya dan memperingatkan, "Aku tidak akan menjadi pemain "All-Star" tahun ini."[49] Ia bersyukur atas dukungan, khususnya dari masyarakat Asian-American, tetapi ia lebih suka berkonsentrasi pada permainannya tanpa semua perhatian pada saat ia tidak harus "membuktikan apapun kepada siapapun."[3] Pelatih Warriors, Keith Smart, berencana meringankan tekanan dari Lin, karena Lin cenderung menuntut keras terhadap dirinya sendiri dan menjadi frustasi.[49] Smart mengakui bahwa ia menuruti keinginan penonton di kandang sendiri dan menempatkan Lin dalam pertandingan pada situasi yang salah. Ia berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini.[3]

Lin masuk ke dalam susunan pemain pada hari pertama Warriors untuk "2010–11 NBA season", tetapi masuk daftar cedera. Lin kecewa tetapi menyadari bahwa "menjadi bagian dari tim ini berarti menyingkirkan ego pribadi."[50] Lin hanya mendapat sedikit waktu bermain selama musim pertandingan yang didominasi 2 guard kuat, Curry dan Monta Ellis, sebagai pemain utama Warriors.[51] Lin memulai pertandingan pertamanya di NBA di pertandingan berikutnya melawan Los Angeles Clippers, dalam rangka "Asian Heritage Night" untuk Warriors dalam pertandingan di kandang sendiri. Lin menerima sambutan berdiri ("standing ovation") dari penonton berjumlah 17,408 saat ia masuk ke lapangan pada babak (quarter) ke-4 (terakhir) dengan waktu sisa 2:32.[52] Ia tidak membuat poin dalam kemenangan timnya 109–91, tetapi mencatat satu steal setelah berebut bola dan kemudian menang dalam "jump ball" berikutnya.[53]

Dalam pertandingan berikutnya lagi melawan Los Angeles Lakers, Lin membuat poin pertama di NBA, dengan 3 assist, dan 4 steal. Ia mendapat tepuk tangan penonton lawan di Staples Center ketika masuk lapangan di babak ke-3. Ia bermain 11 menit di babak ke-3 dari keseluruhan 16 menit, melakukan 5 foul tetapi berperan dalam menghasilkan angka 12–1 untuk Warriors.[54][55] "[Lin] masuk dan bermain dengan baik, memberi kami tempo main yang bagus," kata pelatihnya, Smart, setelah kalah 107–83 dari juara bertahan NBA tim Lakers. Pemain guard Lakers, Derek Fisher, memuji energi dan permainan agresifnya.[56]

Mirip dengan pertandingan ekshibisi pembukaan di kandang sendiri, penonton di Oracle Arena terus mendukung Lin untuk main di akhir pertandingan dan memberi sorakan setiap kali ia menyentuh bola. "Ketika main di luar kandang, aku tidak merasa disoroti," Lin mengaku. Smart mengamati bahwa Lin tampak lebih santai bila main di luar kandang. "Dia mengalami banyak tekanan di kandang sendiri, dengan semua sorakan ketika hanya masuk ke lapangan, aku yakin itu sedikit menggoncang syarafnya," kata Curry. "Anda dapat mengatakan di luar kandang ia bermain jauh lebih baik, karena ia dapat begitu saja turun ke lapangan, bermain dengan senang hati."[57] Tiga kali dalam musim itu, Lin ditugaskan untuk main dalam "NBA Development League" (liga pengembangan, kelas lebih rendah) bagi tim afiliasi Warriors di "NBA D-League", Reno Bighorns.[58][59][60] Setiap kali, ia dipanggil kembali oleh Warriors.[61][62][63] Ia bermain dalam pertandingan "NBA Development League Showcase" dan diberi penghargaan sebagai pemain "All-NBA D-League Showcase First Team" pada tanggal 14 Januari 2011. Ia membantu memimpin Bighorns kepada rekor 2–0 kemenangan dalam "Showcase" dengan rata-rata 21.5 poin, 6.0 rebound, 5.5 assist dan 3.5 steal.[64] Lin menghasilkan skor tertinggi musim itu 27 poin dengan Bighorns pada tanggal 18 Maret.[65] Rata-rata keseluruhannya 18 poin, 5.8 rebound dan 4.3 assist dengan tim dari kota Reno itu.[66] Mulanya Lin mempunyai salah paham ketika dikirim ke D-League karena ia merasa diturunkan tingkatannya dan tidak cukup bagus untuk bermain dalam tingkat NBA. Setelah bermain dalam D-League, ia sadar bahwa ia masih harus belajar, sehingga ia bekerja keras dan mendapatkan waktu main lebih banyak daripada di Warriors.[67][68] Lacob berkata Warriors menerima lebih dari satu tawaran pindah untuk Lin ketika ia di D-League, tetapi senang dengan kemajuan Lin sebagai "free agent" (pemain tak terikat kontrak) yang tidak masuk draft. "Ia merupakan aset minimum yang murah. Anda harus melihatnya sebagai aset yang sedang dikembangkan. Apakah ia akan menjadi "superstar"? Tidak."[69] Lin menyelesaikan tahun perdana sebagai rookie di NBA dengan rata-rata 2.6 poin dari 38.9 persen tembakan selama 29 pertandingan.[66]

Lin bekerja memperbaiki kemampuan "jump shot" selama masa istirahat ("offseason"). Karena "2011 NBA lockout", ia tidak mendapat kesempatan workout untuk pelatih Warriors yang baru, Mark Jackson.[70]

Pada tanggal 9 Desember 2011, Warriors melepaskan ("waived") Lin dalam hari pertama latihan. Ia adalah pemain favorit Lacob,[71][72] tetapi Warriors perlu mengurangi gaji keseluruhan pemain supaya dapat memberi penawaran untuk "center" DeAndre Jordan;[73][74] Lin sebenarnya akan memperoleh gaji hampir $800,000 yang akan dijamin sepenuhnya tanggal 10 Februari 2012.[2][75] Surat kabar San Francisco Chronicle menulis bahwa Lin mungkin akan sulit mengalahkan rookie guard Charles Jenkins.[76]

Houston Rockets[sunting | sunting sumber]

Tanggal 12 Desember 2011, Lin diklaim oleh Houston Rockets.[77]

Ia bermain selama 7 menit dalam pertandingan "preseason" (sebelum musim pertandingan) dengan Rockets, yang sudah mempunyai Kyle Lowry, Goran Dragić dan Jonny Flynn sebagai point guard dengan jaminan kontrak.[78][79]

Tanggal 24 Desember, sebelum memulai musim pertandingan, Rockets melepaskan ("waived") Lin untuk mengurangi jumlah gaji supaya dapat mengambil center Samuel Dalembert.[51][80]

New York Knicks (2011-2012)[sunting | sunting sumber]

New York Knicks mengklaim Lin pada tanggal 27 Desember sebagai cadangan di belakang Toney Douglas dan Mike Bibby setelah guard Iman Shumpert cedera; guard Baron Davis yang baru direkrut juga cedera selama beberapa minggu.[51][74][81]

Sebagai point-guard ke-3 di Knicks, Lin mulai main di kandang lawan melawan Warriors, di mana ia disambut hangat kembali di Oracle Arena (kandang Warriors tempat ia bermain dulu).[82]

Tanggal 17 Januari 2012, Lin ditugaskan bermain untuk tim Erie BayHawks dalam D-League.[83] Tanggal 20 Januari ia menghasilkan triple-double dengan 28 poin, 11 rebound, dan 12 assist dalam kemenangan BayHawks 122–113 victory atas Maine Red Claws.[84] Lin was recalled by the Knicks three days later.[85]

Tanggal 28 Januari, Davis mengalami penundaan penampilannya bersama Knicks.[86][87] Saat itu Knicks sedang mempertimbangkan untuk melepaskan Lin sebelum kontraknya mendapatkan jaminan pada tanggal 10 Februari, sehingga mereka dapat mengambil pemain baru. Tetapi setelah Knicks menderita kekalahan pada tanggal 3 Februari meskipun memimpin di babak ke-4 melawan Boston Celtics, pelatin Mike D'Antoni memutuskan memberi kesempatan Lin untuk bermain. "Ia mujur karena kami bermain sangat jelek," kata D'Antoni.[86] Lin hanya bermain 55 menit dalam 23 pertandingan Knicks sebelumnya.[88]

—Kobe Bryant, setelah Lin memperoleh 38 points pada tanggal 10 Februari 2012.[89]

"Pemain-pemain yang bermain begitu bagus biasanya tidak muncul begitu saja. Mungkin tampaknya muncul begitu saja, tetapi bila Anda dapat kembali dan melihat sejarahnya, tingkat kemampuannya kemungkinan sudah ada sejak semula. Hanya waktu itu tidak diperhatikan cermat."

Tanggal 4 Februari 2012, Lin menghasilkan 25 poin, 5 rebound, dan 7 assist — semua rekor pribadi — dalam kemenangan 99–92 Knicks atas New Jersey Nets. Rekan satu timnya Carmelo Anthony mengusulkan kepada pelatih Mike D'Antoni saat istirahat di setengah main, supaya Lin diberi kesempatan main lebih banyak di babak berikutnya. Setelah pertandingan, D'Antoni berkata Lin mempunyai mentalitas sebagai point-guard dan "ritme dan tekad apa yang harus dikerjakan di lapangan."[90][91]

Dalam pertandingan berikutnya melawan Utah Jazz, Lin memulai kariernya sebagai pemain utama. Ia menghasilkan 28 point dan 8 assist.[92]

Dalam pertandingan melawan Washington Wizards, Lin menghasilkan 23 point dan rekor pribadi 10 assist, yaitu double-double pertamanya.[93]

Tanggal 10 Februari, Lin menghasilkan rekor pribadi 38 point ditambah 7 assist, memimpin Knicks menang 92–85 atas Los Angeles Lakers. Ia menghasilkan poin lebih banyak dari pemain utama Lakers, Kobe Bryant, yang membuat 34 poin.[94][95][96]

Tanggal 11 Februari, Lin menghasilkan 20 poin dan 8 assist dalam kemenangan tipis 100–98 atas Minnesota Timberwolves.[97] Lin menghasilkan 89 dan 109 poin dalam tiga dan empat pertandingan perdananya sebagai pemain utama, merupakan yang terbanyak di antara pemain manapun sejak "merger" antara the American Basketball Association (ABA) dan NBA pada tahun 1976–77.[97][98] Ia menjadi pemain NBA pertama yang menghasilkan paling sedikit 20 poin dan 7 assist dalam 4 pertandingan penuh perdana.[22]

Lin diberi penghargaan sebagai pemain terbaik minggu itu dalam "Konferensi Timur" (Eastern Conference Player of the Week) "2011–12 NBA season" dengan rata-rata 27.3 poin, 8.3 assist dan 2.0 steal selama 4 pertandingan sebagai pemain utama di mana Knicks tidak pernah kalah.[99]

Pada tanggal 14 Februari, Lin memasukkan tembakan 3 angka di Toronto yang menentukan kemenangan timnya dengan kurang dari 1 detik tersisa dalam pertandingan. Dengan jumlah skornya, ia melampaui rekor Shaquille O'Neal sebagai penghasil poin terbanyak selama lima pertandingan perdana sebagai pemain utama.[100]

Associated Press menyebut Lin "kisah yang paling mengejutkan dalam NBA".[101]Bloomberg News menulis bahwa Lin "telah menjadi pemain NBA "Asian American" paling terkenal". Penggemar Knicks mengembangkan sejumlah nama julukan untuknya dengan daftar kosakata yang diilhami nama keluarganya, Lin.[102][103]Time.com menayangkan artikel berjudul, "It's Official: Linsanity Is for Real" ('Sudah resmi: Linsanity memang nyata").[104] Pemain "Naismith Memorial Basketball Hall of Fame" Magic Johnson berkata, "Gairah yang disebabkan oleh [Lin] di "[Madison Square] Garden", aku belum pernah melihatnya dalam waktu yang lama."[105] Knicks kalang kabut menjual replika baju dan kaos bernomor 17 milik Lin, dan penjualan di toko online mereka meningkat lebih dari 3000%.[106] Lin mengatakan sumber suksesnya karena bermain tanpa beban. "Aku sudah menyerahkannya kepada Allah. Aku tidak lagi berperang dengan apa yang dipikirkan orang lain," kata Lin.[91]

Dalam 12 kali memulai pertandingan sebelum istirahat "All-Star", Lin meraih rekor rata-rata 22.5 points dan 8.7 assist, dan timnya New York meraih skor 9–3.[107] Ia main dalam "NBA All-Star Weekend Rookie Challenge" ("Rising Stars Challenge") selama "NBA All-Star Weekend".[108] Ia tidak masuk ke dalam daftar asli pemain "Rising Stars", tetapi ditambahkan setelah kesuksesan mendadak yang dialaminya.[109] Sejumlah media massa termasuk USA Today, Los Angeles Times, dan CBSSports.com menyatakan ia patut bermain dalam "2012 NBA All-Star Game".[110][111][112]

Setelah pertandingan tanggal 24 Maret melawan Detroit Pistons, Lin mengeluh mengenai lututnya yang sakit, dan penelitian dengan MRI kemudian mendapatkan meniscus yang terobek kecil pada lutut kiri. Knicks mengumumkan pada tanggal 31 Maret bahwa Lin memilih untuk dioperasi lututnya dan tidak main lagi sampai musim main biasa berakhir.[113][114]

Lin menjadi "restricted free agent" di akhir musim ini.[87]

Houston Rockets (2012– )[sunting | sunting sumber]

Lin mulanya setuju untuk menandatangani surat penawaran dengan Houston Rockets senilai $28,8 juta selama 4 tahun, dengan tahun ke-4 merupakan opsi bagi Rockets, sehingga komitmen sebenarnya hanya $19,5 juta.[115] Pelatih New York Knicks Mike Woodson mengatakan Knicks akan menyamai tawaran Houston dan Lin akan menjadi point guard utamanya.[115] Houston mengubah tawarannya menjadi 3 tahun senilai $25 juta, dan ternyata Knicks tidak bersedia menyamai, sehingga Lin akhirnya menerima tawaran Houston. Dalam kontrak itu untuk dua tahun pertama Lin dibayar berturut-turut $5 juta dan $5,225 juta, diikuti dengan $14,8 juta pada tahun ke-3.[116] Tingginya gaji pada tahun terakhir itu, dikenal sebagai "pil beracun" ("poison pill"), dimaksudkan untuk mencegah niat New York untuk menyamai tawaran tersebut,[117] karena dengan menghitung pajak kemewahan untuk olahraga, maka biaya yang akan dikeluarkan oleh Knicks untuk Lin pada musim 2014–15 diperkirakan berjumlah $43 juta.[118]

Statistik karier[sunting | sunting sumber]

Legend
  GPMain dalam pertandingan  GS Pemain utama pertandingan MPG Menit tiap pertandingan
 FG% Persentase Field-goal 3P% Persentase Field-goal 3-angka FT% Persentase Free-throw
 RPG Rebound tiap pertandingan APG Assist tiap pertandingan SPG Steal tiap pertandingan
 BPG Blok tiap pertandingan PPG Poin tiap pertandingan Bold Rekor pribadi

College[sunting | sunting sumber]

YearTeamGPGSMPGFG%3P%FT%RPGAPGSPGBPGPPG
2006–07Harvard28018.1.415.281.8182.51.81.00.14.8
2007–08Harvard303031.3.448.279.6214.83.61.90.612.6
2008–09Harvard282834.8.502.400.7445.54.32.40.617.8
2009–10Harvard292932.2.519.341.7554.44.42.41.116.4
karier1158729.2.481.333.7334.33.52.0.612.9

NBA[sunting | sunting sumber]

Musim biasa[sunting | sunting sumber]

YearTeamGPGSMPGFG%3P%FT%RPGAPGSPGBPGPPG
2010–11Golden State2909.8.389.200.7601.21.41.1.32.6
2011–12New York352526.9.446.320.7983.16.21.6.314.6
karier642519.1.437.313.7932.24.01.4.39.2

Kompetisi Internasional[sunting | sunting sumber]

Lin pernah diundang oleh Chinese Taipei yaitu nama resmi yang dipakai olehRepublic of China (Taiwan) dalam pertandingan internasional untuk bermain bagi tim nasional dalam kompetisi FIBA. Pada tanggal 28 Juli 2010 ketika di Taipei untuk bermain dalam pertandingan persahabatan yang diselenggarakan Yao Ming, Lin berkata belum mengambil keputusan apakah bersedia main untuk Chinese Taipei.[67][119][120] Di bulan Juni 2011, Chinese Taipei Basketball Association (CTBA) memasukkan nama Lin dalam susunan 24 pemain sementara untuk 2011 FIBA Asia Championship.[121] Namun, pada bulan berikutnya, CTBA mengumumkan bahwa Lin tidak termasuk dalam susunan pemain karena cedera lutut.[122] Media Taiwan melaporkan bahwa Lin menolak tawaran dari tim bola basket Republik Rakyat Tiongkok untuk bermain dalam turnamen yang sama;[123] tetapi "Chinese Basketball Management Center" menyangkal pernah menghubungi Lin.[124]

Pada tanggal 4 Agustus 2011, Lin mengatakan akan mempertimbangkan main di luar negeri selama "2011 NBA lockout", tetapi akan menunggu sampai benar-benar pulih dari cedera sebelum mengambil keputusan.[123] Pada bulan September 2011, Lin bermain dalam beberapa pertandingan untuk tim Dongguan Leopards yang termasuk ke dalam Chinese Basketball Association (CBA) pada kejuaraan ABA Club Championship di Guangzhou, China, di mana ia diberi penghargaan sebagai pemain terbaik (MVP) untuk turnamen tersebut.[125] Sekitar waktu itu, presiden tim Shanghai Sharks dan bekas bintang NBA Yao Ming juga mencoba merekrut Lin untuk main dalam liga CBA di musim berikutnya, tetapi gagal;[126] Lin explained[127] karena Lin masih di bawah kontrak dengan Golden State Warriors, jadi tidak bermain di liga CBA yang hanya menerima pemain "free agent" dari NBA.[128] Beberapa hari sebelum "lockout" berakhir pada tanggal 26 November, Lin dikabarkan hampir menandatangani kontrak dengan satu tim yang tidak disebut namanya di Italia.[129]

Masalah rasial[sunting | sunting sumber]

Sean Gregory dari majalah Time menulis alasan gagalnya Lin memperoleh beasiswa dari Liga Divisi I di Sekolah Tinggi/College: "[Lin] tampak kurus kecil, tetapi tidak diragukan bahwa sedikitnya diskriminasi rasial, sengaja atau tidak, berperan terhadap kegagalannya direkrut."[130] Diepenbrock (pelatih Lin di Sekolah Menengah Atas) mengatakan, "Jika [Lin] seorang "African American" (berkulit hitam) atau "Caucasian" (berkulit putih), ia akan dihargai secara berbeda."[131] Lin berkata: "Aku tidak berkata menjadi pemain dalam daftar 5-terbaik di negara bagian otomatis akan menghasilkan tawaran beasiswa, tetapi aku merasa ras mempengaruhi cara pelatih merekrutku. Aku pikir jika rasku lain, aku akan diperlakukan berbeda. Aku telah mendengar semuanya: 'Pulanglah ke Cina. Orkestra di sisi lain dari kampus ini. Buka matamu lebih lebar,'" kata Lin. "Mereka meneriaki aku sebelum, selama dan setelah pertandingan. Aku menjadi target yang mudah karena aku orang Asia. Kadang itu membuatku tidak enak, tetapi itulah bagian dari pertandingan."[132] Walters menambahkan, "Orang yang mengira perbedaan rasial tidak ada itu orang gila. Kalau [Lin] berkulit putih, ia dianggap penembak jitu atau pemarah. Jika ia orang Asia, ia pintar matematika. Kami tidak mau menerimanya."[133]

Diepenbrock mengatakan bahwa orang mengira, tanpa maksud buruk, karena Lin orang Asia, ia bukan pemain bola basket. Pertama kalinya Lin ikut pertandingan Pro-Am di Kezar Pavilion di San Francisco ada orang yang memberitahukannya: "Maaf, pak, tidak ada pertandingan bola voli malam ini. Ini pertandingan bola basket."[134] Selama Lin di college, "Asian-American" berjumlah kurang dari 0,5% dari seluruh pemain bola basket laki-laki di Divisi 1.[130][132] Lin sering mendengar ejekan rasial dalam pertandingan seperti "sup Wonton", "Sweet and sour pork", "Buka matamu lebih lebar!", selain "Pulanglah ke Cina", "Orkestra ada di sisi lain dari kampus ini", atau ucapan sembarang yang dimiripkan dengan nada kata-kata bahasa Cina.[7][130][132] Lin berkata hal ini terjadi hampir di semua gedung olahraga Ivy League. Ia tidak bereaksi terhadap semua itu. "Aku mengantisipasinya, aku menjadi terbiasa, demikianlah halnya," kata Lin.[130] Hinaan itu kebanyakan dari penggemar tim lawan dan tidak banyak dari para pemain.[135] Lin menolak menyebut lain-lain bentuk penghinaan yang diterimanya, tetapi menurut Oliver McNally, rekan satu timnya di Harvard, ada pemain Ivy League yang menyebutnya dengan kata berawalan C yang seirama dengan "ink" (maksudnya, "chink", suatu istilah penghinaan untuk orang Cina) selama satu pertandingan.[130] Pada bulan Januari 2010, Harvard bermain melawan Santa Clara University di Leavey Center, hanya 15 miles (24 km) dari rumah asalnya di Palo Alto, California. Gedung itu dipenuhi padat oleh penonton, termasuk para "Asian American" yang menantikannya main di kampung halamannya sendiri. Seorang rekan timnya berkata kepadanya, "Seperti di Hong Kong."[136]

Lin menganggap dirinya seorang pemain bola basket, lebih dari sekadar "Asian American". Ia mengerti bahwa tidak banyak orang Asia di NBA. "Mungkin aku dapat membantu mendobrak stereotype (pembedaan rasial)," katanya.[137] "Aku merasa orang Asia secara umum tidak dihargai sepantasnya dalam olahraga, bola basket atau yang lainnya juga."[138] "Asian American" yang bermain di NBA sebelum 2010–11 NBA season termasuk Wataru Misaka, Raymond Townsend, Corey Gaines, Rex Walters, dan Robert Swift.[38][139][140] "[Lin] membawa harapan bagi satu benua. Aku hanya membawa harapan untuk kota Little Rock, Arkansas. Ia berprestasi lebih banyak dari yang pernah aku buat," kata Derek Fisher, yang memenangkan 5 gelar juara "NBA championships" dengan tim Lakers, setelah pertandingan pertamanya melawan Lin.[56] Lin menjadi teladan bagi calon atlet Asia di Amerika yang jarang melihat "Asian-American" bermain di tim kesayangan mereka.[141] "Aku tidak kelihatan seperti orang Jepang," kata Walters, merujuk kepada asal usul ibunya yang berasal dari Jepang. "Ketika mereka melihat [Lin], itulah Asian-American".[142]

Beberapa penggemar dan komentator mengejek kontraknya dengan Warriors hanya untuk publisitas tim itu.[2]Larry Riley, general manager tim, menyangkal bahwa tindakan itu untuk menarik penggemar dari kalangan orang Asia yang jumlahnya besar di San Francisco Bay Area. Ia mengerti orang dapat menafsirkannya demikian. "Kami mengevaluasinya selama liga musim panas (summer league)," kata Riley. “Semuanya itu meyakinkan kami apa yang sudah kami percayai sebelumnya (tentang Lin)."[19] Sementara tim merancang kampanye publisitas sekitar Lin, Riley berkata itu tidak akan dianjurkan kalau Lin bukan pemain bola basket (yang baik) terlebih dulu.[143]

Catatan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^"Draft 2010 prospect: Jeremy Lin". NBA.com. Diakses tanggal November 26, 2010. 
  2. ^abcdeBeck, Howard (December 29, 2011). "Newest Knick Out to Prove He’s Not Just a Novelty". The New York Times. hlm. B10. Diarsipkan dari versi asli tanggal December 29, 2011. 
  3. ^abcdHoward-Cooper, Scott (October 23, 2010). "Lin faces the rookie grind as an entire community watches on". NBA.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 8, 2010. Diakses tanggal November 8, 2010.  
  4. ^Jeremy Lin Postgame: Knicks 107 Wiz 93. NBA. February 9, 2012. Terjadi pada 2:16. Diakses tanggal February 11, 2012.  
  5. ^"Jeremy Lin NBA & ABA statistics". basketball-reference.com. Diakses tanggal February 11, 2012. 
  6. ^First Taiwanese American drafted by NBA
  7. ^abcdTorre, Pablo S. (February 1, 2010). "Harvard School of Basketball". Sports Illustrated. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 12, 2010. Diakses tanggal November 12, 2010.  
  8. ^abCaplan, Jeff (July 17, 2010). "Lin's prospects grow with Mavs squad". ESPN. Diakses tanggal October 21, 2010.  
  9. ^Hochman, Benjamin (November 28, 2010). "Hochman: Lin bukanlah rookie (pemain baru) NBA yang biasa". The Denver Post. Diarsipkan dari versi asli tanggal November 29, 2010. Diakses tanggal November 29, 2010.  
  10. ^"台裔NBA球員林書豪 清晨抵台" (dalam bahasa chinese). Radio Taiwan International. July 28, 2010.  
  11. ^"NBA新秀林书豪与平湖有渊源" (dalam bahasa chinese). Jiaxing Daily. July 26, 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 5, 2011. Diakses tanggal July 29, 2010.  
Setelah gagal mendapatkan beasiswa olahraga, Lin masuk Harvard.
Lin at Warriors practice in 2010
Lin dalam pertandingan pertama untuk New York Knicks melawan tim lamanya, Golden State Warriors tanggal 28 Desember 2011.
  1. ^Dalam sebuah video, Lin mengatakan ia dilahirkan di Los Angeles dan dibesarkan di Palo Alto. Beberapa sumber menuliskan ia dilahirkan di Palo Alto.[5]

Leave a Comment

(0 Comments)

Your email address will not be published. Required fields are marked *